Archive for Juli, 2008

Ulasan Musik: Ronaldisko

Ronal Surapradja, seorang aktor yang kita kenal dari Extravaganza, baru saja mengeluarkan album baru berjudul Ronaldisko. Dalam pembuatan album ini, ia dibantu oleh DJ.M, Luthfi dan Indra Lesmana. Album ini berisi 9 lagu bernuansa tahun 80-an yang kental dengan suara synthesizer.

Bagus juga.

Sebenarnya aku membeli album ini karena berharap mirip dengan musik Electric Light Orchestra pada masa awal 80-an. Sejak mengenal mereka, aku lebih mengapresiasi musik yang menggunakan synthesizer. Pada akhirnya memang berbeda, tapi aku tetap menyukainya.

Menurutku, album ini menarik karena lagu-lagunya bervariasi, tapi tetap dalam nuansa 80-an. Selain lagu yang sangat kental dengan synthesizer-nya seperti “Penakluk Wanita” dan “Dunia Gembira (Dugem)” dan lagu berirama lambat seperti “Rindu-rindu” dan “Sombong”, ada juga lagu yang lebih nge-rock seperti “Kau Tak Kan Pernah Bisa”, dan “Optimis”, bahkan menurutku “Optimis” terdengar seperti Franz Ferdinand.

Irama sebagian besar lagu ini tidak seperti lagu dugem. Mungkin bagi orang lain ini hal yang jelek, tapi aku lebih menyukai musik yang seperti itu karena synthesizer sudah terlalu sering dikaitkan dengan lagu dansa. Terdengar lebih menarik apabila alat musik itu digunakan sebagaimana mestinya, yaitu sebagai salah satu alat bagi pemusik untuk menciptakan lagu dengan musikalitas tinggi.

Sebagai bayangan, berikut adalah klip untuk lagu “Maya”.

27 Juli 2008 at 8:40 am Tinggalkan Komentar

Lagu Patah Hati Juga Bisa Enak Didengar

Salah satu keluhan untuk dunia musik Indonesia sekarang adalah bahwa lagu-lagu Indonesia hanya bertema cinta dan cengeng. Aku setuju, tapi sebenarnya tidak mudah untuk menilai sebuah lagu. Menurutku, sebuah lagu tidak akan terdengar cengeng seandainyapun liriknya memang cengeng apabila musiknya dibuat tidak cengeng.

Perhatikan contoh berikut.

Video di atas adalah Pinkan Mambo dengan lagu “Kekasih yang Tak Dianggap”. Bagiku, ini adalah salah satu contoh baik untuk menggambarkan lagu-lagu Indonesia sekarang. Yang membuat lagu tersebut terdengar cengeng adalah alunan balada dan suara Pinkan Mambo yang merengek. Sebenarnya suara Pinkan Mambo termasuk bagus dan khas, tapi berdasarkan lagu ini, seharusnya dia tidak boleh lagi menyanyikan lagu balada cinta.

Bandingkan dengan ini.

Video di atas adalah lagu tema penutup anime Sayonara Zetsubou Sensei yang berjudul “Koiji Romanesque”. (Aku merekomendasikan anime ini bagi yang suka humor gelap, tapi itu cerita untuk lain waktu). Aku rasa walaupun liriknya tidak dapat dimengerti, lagu ini masih bisa dinikmati karena alunan pop retronya yang jauh berbeda dari sebagian besar lagu Indonesia sekarang. Bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, kurang lebih seperti ini.

Seandainya aku tidak pernah bertemu denganmu, mimpiku tidak akan buruk.

Seandainya kamu tidak pernah lahir, aku tidak akan pernah mengenal rasa cemburu dan sakit hati.

Yang kau inginkan adalah orang yang berlainan denganku.

… dan seterusnya. Tidak jauh beda dari lirik lagu Indonesia, bukan?

18 Juli 2008 at 9:34 am 1 komentar

TV Tropes

Aku belum menonton film di bioskop karena film yang sedang ditayangkan sekarang kurang menarik bagiku. Selain itu, tulisan mengenai dunia fiksi membutuhkan waktu dalam penulisan supaya menjadi menarik dan jelas. Jadi, dalam tulisan kali ini, aku akan memberi tahu pembaca tentang website bernama TV Tropes.

Dikutip dari halamannya sendiri, TV Tropes adalah

What is this about?: This wiki is a catalogue of the tricks of the trade for writing fiction. We dip into the cauldron of story, whistle up a hearty spoonful, and splosh it in front of you to devour to your heart’s content.

Trope are devices and conventions that a writer can reasonably rely on as being present in the audience members’ minds and expectations. On the whole, tropes are not clichés. The word clichéd means “stereotyped and trite.” In other words, dull and uninteresting. We are not looking for dull and uninteresting entries. We are here to recognise tropes and play with them, not to make fun of them.

Dalam kata lain, TV Tropes adalah katalog yang berisikan segala alur, tokoh, latar, dan hal-hal lain yang sering muncul dalam dunia fiksi. Website ini menarik untuk dibaca dan sangat berguna bagi penulis untuk mencari ide. Dalam tulisan-tulisan ke depan, aku akan sering menggunakan TV Tropes sebagai referensi.

17 Juli 2008 at 10:39 am Tinggalkan Komentar

Sinetron Mengajarkan Ilmu Telepati

Aku rasa di Indonesia ada dua jenis orang, yaitu orang yang menonton sinetron dan orang yang membencinya. Bagi yang menonton sinetron, sinetron adalah sebuah sarana untuk melepaskan kejenuhan setelah seharian bekerja. Bagi yang membencinya, sinetron adalah alasan mengapa mereka jarang menonton TV atau berlangganan kabel.

Aku termasuk dalam kubu pembenci.

Nah, banyak alasan mengapa sinetron dibenci oleh kubu itu. Ada yang bilang ceritanya tidak pernah jauh dari percintaan. Ada yang bilang para pemeran tokoh tidak layak disebut aktor. Sekarang aku mau memberi tahu salah satu alasan mengapa aku tidak suka pada sinetron.

Penonton sinetron diberi kemampuan telepati.

Kamu pernah memperhatikannya, kan? Di dalam sinetron pikiran semua tokoh bisa didengar penonton. Biasanya adegan ketika penonton mendengar pikiran itu diiringi dengan tokoh yang diam di tempat dan mengeluarkan ekspresi seperti orang gila.

Menurutku, adegan seperti itu merupakan bukti bahwa penulis skenario kurang kreatif dalam menunjukkan kondisi pikiran seorang tokoh melalui tindakannya. Antara itu, atau skenario sengaja dibuat supaya kemampuan pemeran tokoh yang jelek dapat ditutupi.

Sebenarnya, aku tidak akan mempermasalahkannya kalau hanya ada satu tokoh yang pikirannya bisa didengar penonton selama sinetron itu berlangsung atau dalam tiap episode. Penonton bisa tahu bahwa tokoh itu merupakan tokoh utama dalam sinetron atau episode tersebut sehingga penonton bisa dengan mudah bersimpati terhadap tokoh itu.

13 Juli 2008 at 7:31 am Tinggalkan Komentar

Ulasan Film: Tri Mas Getir

Sinopsis

Ciang Pek tinggal bersama engkongnya di sebuah perguruan wushu dan merupakan pewaris satu-satunya perguruan tersebut. Sugeng memiliki istri gendut yang ia sayangi. Ujang tinggal bersama ayahnya yang memiliki rumah makan Padang. Mereka bertiga bekerja sebagai figuran dan merupakan murid di perguruan engkong Ciang Pek. Suatu hari, secara tiba-tiba engkong Ciang Pek meninggal dunia. Dia tidak hanya meninggalkan perguruannya, tapi juga hutang yang belum lunas. Karena sudah putus asa, Ciang Pek dan kawan-kawan memutuskan untuk menculik Katrina, seorang bintang muda.

Ulasan

Tri Mas Getir adalah sebuah komedi yang berbeda dengan film-film komedi sekarang ini. Satu hal yang menonjol adalah bahwa film ini bukan komedi seks seperti Kawin Kontrak atau XL. Memang ada beberapa lelucon yang berhubungan dengan hal itu, tetapi seks bukanlah unsur utama dari komedi yang ditawarkan film ini. Menurutku, jenis komedi yang ditampilkan dalam film ini adalah gabungan antara humor Extravaganza dan humor film parodi dari Barat sejenis Airplane! atau Dracula: Dead and Loving It.

Sebagai gambaran, ada adegan ketika Sugeng bertanya mengapa engkong Ciang Pek meninggal. Langsung ditampilkan engkong sedang makan dan tiba-tiba sekarat sambil bergaya kung fu yang konyol lalu tersungkur di atas meja. Murid-murid langsung datang dan mencoba menolong engkong. Ada seseorang yang terus bertanya, “Guru kenapa, Guru kenapa!”. Engkong bangun lagi dan menjawab, “Ya, mati bego!”. Dia mati lagi.

Sayangnya, filmnya mulai mengecewakan mulai dari bagian pertengahan. Lelucon yang dilontarkan mulai tidak memiliki alasan yang jelas, seakan-akan hanya dilakukan supaya banyak adegan komedi. Ada Sugeng yang tiba-tiba punya keinginan untuk melempar celana dalam ke muka orang. Hal ini juga bisa dilihat di adegan kejar-kejaran mobil yang sepertinya hanya untuk memperpanjang film.

Kesimpulannya, film ini salah satu jenis film yang seharusnya bagus, tetapi tidak bagus karena tidak diiringi oleh pelaksanaan yang mantap.

10 Juli 2008 at 2:10 pm Tinggalkan Komentar

Kata Pengantar

Perkenalkan. Dengan tulisan pertama ini, aku resmi membuka blog baru bernama Roti Tanduk Isi Coklat. Secara garis besar, isi blog ini terbagi menjadi tiga macam.

  • Ulasan benda industri kreatif,
  • Tulisan mengenai dunia fiksi,
  • Buku harian membaca dan menulis.

Aku akan menulis blog ini dengan Bahasa Indonesia yang baik. Hal itu bukan berarti baku dan membosankan, tapi aku akan mecoba selalu menggunakan kata-kata Indonesia selama masih ada padanannya.

Selamat membaca!

9 Juli 2008 at 9:30 am Tinggalkan Komentar


Tulisan Terkini


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.