Ulasan Film: Tri Mas Getir

10 Juli 2008

Sinopsis

Ciang Pek tinggal bersama engkongnya di sebuah perguruan wushu dan merupakan pewaris satu-satunya perguruan tersebut. Sugeng memiliki istri gendut yang ia sayangi. Ujang tinggal bersama ayahnya yang memiliki rumah makan Padang. Mereka bertiga bekerja sebagai figuran dan merupakan murid di perguruan engkong Ciang Pek. Suatu hari, secara tiba-tiba engkong Ciang Pek meninggal dunia. Dia tidak hanya meninggalkan perguruannya, tapi juga hutang yang belum lunas. Karena sudah putus asa, Ciang Pek dan kawan-kawan memutuskan untuk menculik Katrina, seorang bintang muda.

Ulasan

Tri Mas Getir adalah sebuah komedi yang berbeda dengan film-film komedi sekarang ini. Satu hal yang menonjol adalah bahwa film ini bukan komedi seks seperti Kawin Kontrak atau XL. Memang ada beberapa lelucon yang berhubungan dengan hal itu, tetapi seks bukanlah unsur utama dari komedi yang ditawarkan film ini. Menurutku, jenis komedi yang ditampilkan dalam film ini adalah gabungan antara humor Extravaganza dan humor film parodi dari Barat sejenis Airplane! atau Dracula: Dead and Loving It.

Sebagai gambaran, ada adegan ketika Sugeng bertanya mengapa engkong Ciang Pek meninggal. Langsung ditampilkan engkong sedang makan dan tiba-tiba sekarat sambil bergaya kung fu yang konyol lalu tersungkur di atas meja. Murid-murid langsung datang dan mencoba menolong engkong. Ada seseorang yang terus bertanya, “Guru kenapa, Guru kenapa!”. Engkong bangun lagi dan menjawab, “Ya, mati bego!”. Dia mati lagi.

Sayangnya, filmnya mulai mengecewakan mulai dari bagian pertengahan. Lelucon yang dilontarkan mulai tidak memiliki alasan yang jelas, seakan-akan hanya dilakukan supaya banyak adegan komedi. Ada Sugeng yang tiba-tiba punya keinginan untuk melempar celana dalam ke muka orang. Hal ini juga bisa dilihat di adegan kejar-kejaran mobil yang sepertinya hanya untuk memperpanjang film.

Kesimpulannya, film ini salah satu jenis film yang seharusnya bagus, tetapi tidak bagus karena tidak diiringi oleh pelaksanaan yang mantap.

Entry Filed under: Ulasan. Tag: , , .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Tulisan Terakhir

Kategori

Arsip

Blogroll

Referensi

Komentar Terakhir

mikunishiteageru di Darlin’ Please!: Pe…
zipoer7 di Darlin’ Please!: Pe…
Agus Suhanto di Dunia Paralel, Hitler, Go…
Mau Cewek Cantik? di Lagu Patah Hati Juga Bisa Enak…