Sinetron Mengajarkan Ilmu Telepati
13 Juli 2008
Aku rasa di Indonesia ada dua jenis orang, yaitu orang yang menonton sinetron dan orang yang membencinya. Bagi yang menonton sinetron, sinetron adalah sebuah sarana untuk melepaskan kejenuhan setelah seharian bekerja. Bagi yang membencinya, sinetron adalah alasan mengapa mereka jarang menonton TV atau berlangganan kabel.
Aku termasuk dalam kubu pembenci.
Nah, banyak alasan mengapa sinetron dibenci oleh kubu itu. Ada yang bilang ceritanya tidak pernah jauh dari percintaan. Ada yang bilang para pemeran tokoh tidak layak disebut aktor. Sekarang aku mau memberi tahu salah satu alasan mengapa aku tidak suka pada sinetron.
Penonton sinetron diberi kemampuan telepati.
Kamu pernah memperhatikannya, kan? Di dalam sinetron pikiran semua tokoh bisa didengar penonton. Biasanya adegan ketika penonton mendengar pikiran itu diiringi dengan tokoh yang diam di tempat dan mengeluarkan ekspresi seperti orang gila.
Menurutku, adegan seperti itu merupakan bukti bahwa penulis skenario kurang kreatif dalam menunjukkan kondisi pikiran seorang tokoh melalui tindakannya. Antara itu, atau skenario sengaja dibuat supaya kemampuan pemeran tokoh yang jelek dapat ditutupi.
Sebenarnya, aku tidak akan mempermasalahkannya kalau hanya ada satu tokoh yang pikirannya bisa didengar penonton selama sinetron itu berlangsung atau dalam tiap episode. Penonton bisa tahu bahwa tokoh itu merupakan tokoh utama dalam sinetron atau episode tersebut sehingga penonton bisa dengan mudah bersimpati terhadap tokoh itu.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed