Lagu Kampungan Bagus Bila Dianggap Komedi
15 September 2009
Hari Minggu yang lalu, aku membaca di koran bahwa Project Pop baru saja mengeluarkan album baru berjudul You Got. Berikut adalah klip single pertama album itu, “Batal Kawin”.
Bisa dilihat bahwa mereka masih konsisten dengan membawakan lagu komedi. Kelucuan lagu itu muncul dari aransemen yang berubah genre pada saat lirik lagu berkata bahwa tokoh gagal kawin. Mereka menggunakan trik yang sama dalam beberapa lagu mereka seperti “Dangdut Is The Music of My Country” dan “Dugem vs Metal”.
Mengenai gaya musik itu, kita bahas di lain hari. Hal yang ingin aku bahas sekarang adalah sebuah pikiran mengenai lagu Indonesia yang muncul akhir-akhir ini. Coba perhatikan klip berikut ini, “Cari Jodoh” karya Wali.
“Kampungan!”, beberapa dari pembaca akan berkata lalu dilanjutkan dengan, “Ya, inilah kenapa industri musik kita gak maju-maju,” atau “Daripada dengerin lagu kayak gitu mendingan lagu luar aja, deh!”. Aku setuju, tapi untuk sekarang ini kita belum bisa melakukan apa-apa. Oleh karena itu, kita harus mengubah sedikit cara pandang terhadap lagu-lagu seperti itu.
Anggap saja mereka sebagai band komedi.
Coba bandingkan dengan single Project Pop di atas. Tema lirik kedua lagu itu sama-sama mengenai pernikahan dan gaya bahasanya tidak jauh berbeda, tetapi kita tidak akan mengatakan bahwa Project Pop band kampungan karena kita tahu mereka sengaja melakukan itu supaya orang tertawa. Dibandingkan dengan mereka, Wali adalah band yang serius (paling tidak setahu aku), tetapi mereka malah menghasilkan lagu-lagu yang kampungan.
Logikanya seperti ini. Pernah mengadakan sandiwara kecil untuk ditonton teman sendiri, bukan? Walau sandiwaranya jelek dan pemainnya tidak serius, penonton masih bisa menikmatinya sebagai komedi. Akan tetapi, bila sandiwara yang sama diadakan di hadapan penonton dari kalangan seniman, pasti akan langsung dimaki-maki. Wali dan band-band lain yang sejenis ingin dianggap serius, tetapi karya mereka hanya setingkat bahan tertawaan. Karena itu, daripada pusing-pusing mengeluh, lebih baik anggap saja mereka sebagai band komedi.
Entry Filed under: Musik, Opini. Tag: Musik, Project Pop, Wali.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed